Langsung ke konten utama

tentangmu dulu



Bagaimana kabarmu disana? Aku bahkan tidak berani bertanya tentang itu. Beberapa tahun yang lalu kamu memberikan aku sakit yang luar biasa. Sakit yang mungkin tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Sekarang aku baru berfikir ternyata benar yang dikatakan orang-orang “waktu akan menyembuhkan segala luka” namun tidak pernah ada yang menduga bahwa seiring sembuhnya luka tapi tidak dengan perasaan cinta.
Masih jelas diingatanku, malam minggu kelabu dan jembatan saksi bisu. Betapa patahnya hatiku saat kamu memutuskan untuk mengakhiri kisah kita. Sebenarnya aku telah menduga hal ini akan terjadi. Perubahan sikapmu membuatku berfikir begitu hingga aku terus berusaha menyiapkan diri untuk menerima apapun yang nantinya akan terjadi. Namun saat kata-kata itu keluar dari bibirmu tetap saja tangisku pecah seketika. Dengan tangis tersedu-sedu dan berlembar-lembar tisu aku tetap mendengar janji manismu. Namun ada terbersit rasa kecewa, kamu hanya menganggap aku sebuah kekhilafan seakan kau hanya mempermainkan aku. Disatu  sisi aku mencoba mengerti dengan semua alasanmu, kita hanya korban keadaan. Beberapa lembar tisu bekas air mataku aku titipkan padamu agar kamu mengembalikan pada saat yang tepat.
Sejak saat itu aku hanya ingin pergi dan menjauh darimu. Tapi rasa percayaku padamu membuat aku tak mampu jauh darimu. Satu bulan setelah kejadian itu kau kembali menghubungiku namun bukan dengan kata-kata manis, cercaan demi cercaan kau lemparkan padaku, seakan kau tak pernah menyayangiku meskipun itu dulu. Aku mencoba menerima apa yang kamu katakan tentangku tapi tidak tentang teman-temanku.Mereka tidak bersalah dalam hubungan kita. Kini terungkaplah fakta bahwa janji manismu saat itu hanya untuk menenangkanku. Hatiku kini lebih hancur dari sebelumnya. Ternyata kamu sungguh tega. Kamu memintaku tidak lagi menghubungimu. Cintaku pun sudah berubah jadi benci.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah pengendalian vektor

MAKALAH “KONSEP DAN METODE PENGENDALIAN VEKTOR DAN BINATANG PENGGANGGU ” Diajukan sebagai salah satu Syarat mengikuti Pelajaran Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu-B”   POLTEKKES KEMENKES Tanjung Pinang   Di Susun Oleh: KELAS II.B KESLING Apriliasari Ekasaputri Kementrian Kesehatan Republik Indonesia POLTEKKES KEMENKES TANJUNGPINANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2014 KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis ucapkan   puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah   maka penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KONSEP DAN METODE PENGENDALIAN VEKTOR DAN BINATANG PENGGANGGU ” ini dengan semaksimal mungkin.       Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada: 1.       Bapak drh.Iwan Berri Prima 2.       Semua pihak yang telah menyumbangkan waktu, tenaga dan pikirannya demi menyelesaik...

Crustacea

Crustacea A. Kelas Crustacea Crustacea (baca: krustasea) adalah suatu kelompok besar dari arthropoda , terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum .Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster , kepiting , udang , udang karang , serta teritip . Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut , walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat . Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. Klasifikasi Crustacea Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut: 1)Entomostraca (udang tingkat rendah) Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu: a)Branchiopodab) Ostracodac) Copecodad) Cirripedia 2)Malakostraca (udang tingkat tinggi) Hewan ini d...

Makalah Nyamuk Aedes Aegypti

BAB I PENDAHULUAN 1.        Latar Belakang Penyakit atau wabah   demam berdarah   yang menarik perhatian dunia untuk pertama kali muncul di Manila pada tahun 1954. Untuk sebagian kasus demam berdarah banyak sekali terjadi di negara-negara yang terletak pada daerah tropis dan subtropis, oleh karena itu tidak mengherankan apabila nyamuk sebagai perantara virus dari penyakit ini menyukai lingkungan yang hangat untuk hidup. Bulan ini telah memasuki musim penghujan, oleh karenanya kita harus waspada dengan penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan negara kita masuk di dalam daerah tropis yang merupakan tempat favorit untuk hidup dari nyamuk. Demam berdarah bisa menjadi penyakit yang mematikan jika kita tidak dengan segera menanganinya. Pembawa virus dari penyakit Demam Berdarah adalah nyamuk  aedes aegypti . Cara penyebaran virus demam berdarah melalui nyamuk aedes aegypti  yang menggigit seseorang yang sudah terinfeks...